Berbagi Informasi, Cara, Tips dan Kiat

Rabu, 11 November 2009

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PERAWAT


Ditulis oleh M. Mursal, S. Kep. Ns.

Menghadapi era globalisasi saat ini dimana masyarakat membutuhkan dan menuntut pelayanan yang profesional dan memuaskan, maka dibutuhkan tenaga yang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang memadai serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. (Surjawati, 2002). Demikian juga halnya dengan pelayanan suatu rumah sakit. Rumah sakit sebagai salah satu lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat juga dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan memuaskan. Untuk menjawab tantangan tersebut maka rumah sakit harus menyiapkan tenaga-tenaga profesional dan melakukan penataan sedemikian rupa agar tenaga-tenaga profesional tersebut dapat dimaksimalkan dalam memberikan pelayanan. Salah satu tenaga profesional yang terpenting di dalam suatu rumah sakit yaitu perawat.

Perawat disebutkan sebagai tenaga terpenting karena sebagian besar pelayanan rumah sakit adalah pelayanan keperawatan. Gillies (1994) menyatakan bahwa 40 - 60% pelayanan rumah sakit adalah pelayanan keperawatan. Bahkan Huber (1996) menyatakan bahwa 90% pelayanan rumah sakit adalah pelayanan keperawatan. Tidak ada satupun rumah sakit yang tidak mempergunakan jasa perawat untuk memberikan pelayanan kepada klien. Perawat bekerja dan selalu bertemu dengan klien (pasien) selama 24 jam penuh dalam suatu siklus shift, karena itu perawat menjadi ujung tombak bagi suatu rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai ujung tombak di dalam memberikan pelayanan, maka kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) Perawat menjadi prioritas utama di dalam pengorganisasian ruang rawat. Komposisi dan kualifikasi tenaga perawat yang ditempatkan di dalam suatu ruang rawat haruslah memenuhi standar tertentu. Maka diperlukan suatu pedoman manajemen SDM Perawat yang meliputi: rekrutmen, seleksi, kontrak kerja, program orientasi, manajemen kinerja, dan supervisi kemampuan SDM Perawat.


SUMBER BACAAN:
  1. Gillies, D.A. (1994). Nursing Management: a system approach (3th Edition). W.B. Saunders, Philadelpia.
  2. Nursalam (2008). Manajemen Keperawatan, aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Edisi II. Salemba Medika, Jakarta.
  3. Komite Keperawatan RSUD Ibnu Sutowo (2004). Pedoman Model Praktek Keperawatan Profesional Yang disederhanakan (MPKPs). RSUD Ibnu Sutowo, Baturaja OKU.
  4. Surjawati (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Keperawatan. Disampaikan dalam Seminar Nasional Persi, Jakarta.
  5. Swansburg, R.C. (1995). Nursing Staff Development. Jones and Bartlett Publisher, Toronto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pertanyaan, Kritik dan Saran, tuliskan di sini.

Artikel Populer