Berbagi Informasi, Cara, Tips dan Kiat

Sabtu, 29 Mei 2010

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA


Menurut Gibson (1987) ada 3 variabel yang berpengaruh terhadap kinerja: (1) faktor individu: kemampuan, keterampilan, latar belakang, dan demografi seseorang; (2) faktor psikologis: persepsi, sikap, kepribadian, belajar, dan motivasi  variabel ini menurut Gibson banyak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat sosial pengalaman kerja sebelumnya dan variabel demografi; (3) faktor organisasi: sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur, dan desain pekerjaan  (Ilyas, 2001; Cokroaminoto, 2007).

Faktor Individu
Faktor individu yang mempengaruhi kinerja salah satunya yaitu variabel demografi yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja.

(1) Usia
Masa dewasa dini dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisikdan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif. Masa dewasa dini dibagi menjadi Dewasa muda/awal (18-30 tahun), dimana pada tahap ini seseorang sedang menghadapi masa penyesuaian, yang masa sebelumnya tergantung dengan orang tua, guru, teman atau orang-orang lain yang bersedia menolong mereka dalam menyesuaikan diri. Sekarang sebagai orang dewasa, mereka diharapkan mengadakan penyesuaian diri secara mandiri, menentukan pola hidup baru, memikul tangguang jawab baru dan membuat komitmen-komitmen baru. Pada dewasa awal ini merupakan awal penyesuaian diri dalam berbagai aspek utama kehidupan orang dewasa. Dewasa pertengahan (30-40 tahun), sekitar awal atau pertengahan umur tigapuluhan, kebanyakan orang muda telah mampu memecahkan masalah-masalah mereka dengan cukup baik. Sehingga menjadi stabil dan tenang secara emosiaonal. Masa dewasa madya dimulai umur 40 tahun sampai umur 60 tahun, yakni saat baikmenurunnya kemampuan fisik dan psikologis yang jelas nampak pada setiap orang (Hurlock, 1980).
(2) Jenis kelamin
Ada pendapat yang mengatakan bahwa terdapat perbedaan antara pria dan wanita yang mempengaruhi kinerja. Studi-studi psikologis telah menemukan bahwa wanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang, dan pria lebih agresif dan lebih besar pengharapannya dari pada wanita dalam memiliki pengharapan/ekspektasi untuk sukses. Namun tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam kemampuan memecahkan masalah, keterampilan analisis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas, atau kemampuan belajar (Robins, 2001).
(3) Masa kerja
Masa kerja seseorang juga menunjukkan hubungan secara positif terhadap kinerja seseorang. Masa kerja yang lama menunjukkan pengalaman yang lebih seseorang dibandingkan rekan kerja yang lain, sehingga sering masa kerja/pengalaman kerja menjadi pertimbangan suatu perusahaan dalam mencari pegawai (Robbins, 2001).
(4) Pendidikan
Kemampuan intelektual atau fisik khusus yang diperlukan untuk kinerja yang memadai pada suatu pekerjaan, bergantung pada persyaratan kemampuan yang diminta dari pekerjaan itu. Persyaratan kemampuan ini biasanya diakui apabila seorang individu telah melewati jenjang pendidikan tertentu. Secara umum kemampuan individu akan meningkat sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah di laluinya (Robins, 2001).

Faktor Organisasi
Salah satu faktor organisasi yang mempengaruhi kinerja adalah kepemimpinan. Peran pemimpin dalam organisasi adalah memfasilitasi agar fungsi dan tanggung jawab setiap anggota menjadi fokus. Personel pada umumnya membutuhkan kepemimpinan yang baik. Pemimpin yang sukses harus memimpin dengan menciptakan atmosfir atau kondisi sehingga membuat setiap bawahan dapat berkontribusi secara total. Ini dapat berarti mendidik keterampilan baru untuk personel, mendorong personel untuk menangani sesuatu yang sebenarnya dia takut melakukannya, dapat juga berarti mendengarkan keluhan personel atau ide, harapan keluhan, kritik dan saran serta bentuk lainnya dari mitra kerja maupun bawahan. Aspek lain yang juga penting dan harus diperhatikan pemimpin adalah memfasilitasi dukungan mental dan teknis kepada personel juga sangat menentukan kinerja pemimpin maupun kelompok  (Ilyas, 2001).
Ada banyak cara bagi seorang pemimpin untuk mempengaruhi kinerja para bawahan. Para pemimpin dapat mempengaruhi bawahan untuk bekerja lebih cepat atau melakukan sesuatu pekerjaan berkualitas dengan lebih baik misalnya dengan memberikan insentif/penghargaan/pujian khusus, dengan memberikan motivasi tentang pentingnya pekerjaan, dan menetapkan tujuan-tujuan yang menantang. Para pemimpin dapat meningkatkan keterampilan bawahan untuk melakukan suatu pekerjaan misalnya dengan memperlihatkan kepada mereka metode-metode yang lebih baik untuk melakukan pekerjaan (Yukl, 1998).
**************
Posting Terkait:
**************

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pertanyaan, Kritik dan Saran, tuliskan di sini.

Artikel Populer